22 Juni 2026
Pertanian

BBPP Binuang Latih Generasi Milenial Banjar Kalsel Bangun Jiwa Kewirausahaan

post-img
BBPP BINUANG: Sebagian dari 420 generasi milenial Kabupaten Banjar, Kalsel yang mengikuti pelatihan bersama Widyaiswara BBPP Binuang, Tota Totor Naibaho [kemeja putih].

TAPIN - Kementerian Pertanian RI berupaya meningkatkan komitmen dan kinerja Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] di seluruh Indonesia, untuk tetap serius membangun dan mendukung petani milenial untuk terjun langsung di sektor pertanian.

Konsistensi tersebut dibuktikan BBPP Binuang sepanjang tahun 2022 yang terus mendukung petani milenial melalui pelatihan, bimbingan teknis [Bimtek], pendampingan dan visitasi, yang merupakan wujud nyata BBPP Binuang mendukung pengembangan generasi milenial Kalimantan menjadi wirausahawan pertanian.

Komitmen tersebut diimplementasikan pada pelatihan bagi 420 petani muda yang dibagi dalam 14 angkatan, untuk mengikuti pelatihan ‘Peningkatan Kapasitas Pemuda melalui Start Up’ sebagai kolaborasi BBPP Binuang dan SMKPPN Banjarbaru yang dilatih BBPP Binuang selama tiga pekan, 14 September hingga 7 Oktober 2022.

Pelatihan terlaksana dengan alokasi dana hibah Program Youth Enterpreneur and Employment Support Services [YESS] yang didanai oleh International Fund for Agricultural Development [IFAD].

Upaya tersebut sejalan harapan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pada pengembangan SDM pertanian yang profesional, berdaya saing, dan berwirausaha.

"Peran SDM pertanian sangat penting kontribusinya bagi pertumbuhan perekonomian, karena itu, program Kementan fokus pada penguatan kapasitas SDM, salah satunya melalui Program YESS," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan, saat ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

“Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian ke depan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga orientasi ekspor. Saat ini kita memiliki banyak petani milenial sekaligus wirausahawan pertanian,” katanya.

Program petani milenial melalui Program YESS, kata Dedi Nursyamsi, memberi kesempatan pada pesertanya berkompetisi memperoleh satu fasilitas istimewa, yakni mengikuti berbagai pelatihan dan workshop sebagai modal berwirausaha di bidang pertanian.

"Dengan bantuan dana dengan pendampingan dan pelaporan berkala, Program YESS makin menarik dan makin digandrungi generasi milenial," katanya.

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati mengatakan bahwa di era saat ini, generasi milenial pada usia produktif, banyak yang memilih menjadi wirausahawan, dengan membangun bisnis dari nol. 

"Hal ini sejalan dengan karakter generasi milenial yang bebas, tidak suka terkekang, kreatif, dan lebih suka mengespresikan diri mereka," kata Yulia AK.

Hal itu, katanya, Ini merupakan potensi besar bagi bangsa ini apabila generasi milenial dapat membangun sektor pertanian dan Kementan berkewajiban mendukungnya. 

"Generasi milenial juga bisa berkompetisi pada bisnis kuliner, membuka bisnis startup, kedai kopi maupun jualan online," kata Kabalai Yulia AK.

Widyaiswara BBPP Binuang, Tota Totor Naibaho mengakui bahwa sangat penting menumbuhkembangkan minat jiwa entrepreneur dan pengembangan start up bagi generasi milenial kita.

"Diharapkan mereka bisa melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumberdaya untuk menemukan peluang di sektor pertanian," katanya. 

Menurutnya, modal pokok yang harus dimiliki generasi milenial jaman now adalah menata niat dan komitmen untuk fokus menggeluti usaha tani didukung integritas, modal ilmu atau keahlian, mental yang tangguh dan dukungan keluarga. [tota/agus/timhumasbbppbinuang]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup