22 Juni 2026
Pertanian

Alumni Polbangtan Identifikasi Penyakit Tanaman Kubis di Food Estate Humbahas

post-img
POLBANGTAN MEDAN: Salah satu bentuk kegiatan pendampingan oleh alumni Polbangtan Medan dan USU adalah pengamatan hama dan penyakit yang menyerang tanaman budidaya petani pada lokasi Food Estate di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, lahan milik Benaja Siregar.

HUMBANG HASUNDUTAN - Kegiatan pendampingan oleh alumni Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] pada lahan pertanaman kubis di lokasi Food Estate Humbang Hasundutan [Humbahas] menemukan sejumlah tanaman terserang penyakit busuk pangkal batang akibat jamur rizoctonia solanase.  

Guna mengatasi hal itu, pendamping petani dari alumni Polbangtan Medan bergerak cepat, dengan menyarankan petani. Benaja Siregar, di Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara [Sumut] tersebut mencabut semua tanaman yang terserang jamur, kemudian dikeringkan dan dibakar.

Gejala yang ditimbulkan oleh jamur tersebut berupa pengerasan dan kerutan pada pangkal tanaman yang baru berumur 21 hari setelah pindah tanam. 

Gejala lain yang ditimbulkan adalah tanaman layu dan perlahan mati. Apabila kemudian serangan jamur meluas, maka petani kubis di Desa Siria-ria, Kecamatan Pollung, Humbahas disarankan untuk melakukan penyemprotan fungisida dithane.

Langkah alumni pendamping tersebut sesuai target Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa Kementerian Pertanian terus mendukung upaya dan kegiatan inovatif bagi pengamanan produksi pangan dari gangguan organisme penyakit tanaman [OPT].

"Upaya tersebut guna mendukung pencapaian target produksi yang telah ditetapkan guna memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh rakyat di negeri ini," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi, menyampaikan hal serupa. Pertanian harus memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarat. Oleh sebab itu, dalam kondisi apapun pertanian tidak boleh berhenti, pertanian tidak boleh bermasalah. Kita harus tanam, tanam, tanam," katanya.

"Namun, petani juga dituntut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Jangan sampai petani hanya tahu tanam, panen, jual. Petani harus menguasai aktivitas pertanian dari hulu sampai hilir, termasuk bagaimana caranya menjaga dan meningkatkan kualitas tanaman," kata Dedi Nursyamsi.

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini mengingatkan para alumni pendamping Food Estate Humbahas untuk mengutamakan penggunaan pestisida nabati agar ramah lingkungan.

"Apabila kurang efektif dan serangannya terus meningkat, maka dapat menggunakan pestisida kimia, tentunya sesuai prinsip pengendalian hama dan penyakit pada tanaman agar pada saat disemprot bisa efektif dan hama tidak resisten terhadap pestisida," katanya. [ira/timhumaspolbangtanmedan]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup