22 Juni 2026
Pertanian

Kementan Perkenalkan Aplikasi Lumbungin, Sektor Pertanian Makin Digital

post-img
BBPP BINUANG: Kementan melakukan soft launching dan sosialisasi aplikasi Lumbungin pada Forum Nasional P4S [Fornas] yang dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi di Denpasar, Bali pada Minggu [25/9].

DENPASAR - SDM pertanian terus didukung dan didorong oleh Kementerian Pertanian RI menyongsong Internet of Things dan Big Data, dengan soft launching diikuti sosialisasi aplikasi digital Lumbungin, yang telah dapat diunduh [download] melalui Google PlayStore.

Sosialisasi aplikasi online Lumbungin disambut baik oleh pimpinan Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] dari BPPSDMP Kementan maupun Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya [P4S]. Tujuannya, menyokong para pelaku utama dan pelaku usaha sektor pertanian memanfaatkan teknologi informasi.

Kegiatan soft launching dan sosialisasi aplikasi Lumbungin berlangsung pada Forum Nasional P4S [Fornas] yang dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi di Denpasar, Bali pada Minggu [25/9].

Aplikasi digital Lumbungin sejalan dengan harapan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin tentang pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dan inovasi teknologi bagi kemajuan dan peningkatan hasil pertanian.

"Sekarang ini, kalian punya era yang lebih bagus dari era saya dulu,  Kenapa? Sekarang kamu bisa tahu kapan datangnya hujan, seperti apa panen, seperti apa hama dan lainnya, cukup dari smartphone. Jadi manfaatkanlah teknologi ini sebaik-baiknya," katanya.

Hal senada dikemukakan Dedi Nursyamsi bahwa aplikasi Lumbungin didukung beragam fitur edukasi, jejaring komunitas dan peluang bisnis pertanian. Aplikasi cerdas untuk petani berkelas, yang juga memuat beberapa fitur asosiasi di antaranya Jaringan Pertanian Nasional [JPN].

"Fungsinya sebagai media komunikasi antar petani, media transisi dan informasi petani ke dunia digital, media edukasi tentang pertanian,” katanya.

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati mengakui aplikasi Lumbungin harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh kelembagaan petani maupun P4S, untuk edukasi bidang pertanian yang disinergikan menjadi sebuah aplikasi lengkap, mulai informasi umum, budidaya dan serangan hama penyakit.

"Fitur pada aplikasi Lumbungin antara lain komoditas, berisi materi dari berbagai komoditas pertanian. Harga pangan terkini, berisi harga pangan di pasar per provinsi," katanya di sela kegiatan Fornas P4S 2022 di Bali. 

Menurutnya, fitur lain adalah Lumbungin Klinik, fitur konsultasi langsung dengan pakar pertanian. Lumbungin edukasi, berisi video tutorial yang komprehensif. Kabar lumbungin, berisi berita tentang pertanian. VLumbungin, berisi video pendek tentang pertanian.

"Apabila terdapat masalah bisa membuka aplikasi ini secara langsung. Kita bisa berbagi pengalaman dan informasi dalam satu sistem sekaligus diskusi," kata Yulia.

Menurutnya, saat ini sudah di-input 30 hingga 40 komoditas pertanian pada aplikasi Lumbungin, dan terus berproses untuk melengkapi seluruh komoditas pertanian di seluruh Indonesia. 

“Materi di aplikasi Lumbungin, berasal dari informasi hasil penelitian Kementan dan berbagai sumber, namun disederhanakan agar lebih mudah dipahami," katanya. [retno/agus/timhumasbbppbinuang]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup