22 Juni 2026
Pertanian

Optimistis 2023, Kementan Evaluasi Program Kesejahteraan Keluarga Petani 2022

post-img
BBPP BINUANG: Kapuslat Kementan, Leli Nuryati mengharapkan Tim NPMO membuat cek list kelengkapan administrasi, sehingga dapat menjadi acuan dan dasar pengukuran Kementan dalam mengevaluasi Pelatihan READSI tersebut.

TANGERANG [B2B] - Peningkatan kesejahteraan keluarga tani miskin di wilayah sasaran, menjadi fokus Kementerian Pertanian RI melalui Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative [READSI] optimistis menyongsong kegiatan 2023 bertumpu pada kinerja READSI 2022.

READSI merupakan program di bawah koordinasi dan kendali Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementan [BPPSDMP]. Tujuan jangka panjang READSI, meningkatkan kesejahteraan keluarga tani miskin di wilayah sasaran program.

Dalam acara Rencana Kerja dan Anggaran Program READSI 2023 dan Evaluasi Pelatihan Literasi Keuangan READSI dihadiri oleh DPMO, tenaga ahli, dinas pertanian provinsi dan kabupaten serta Widyaiswara Penjamin Mutu dari 18 kabupaten wilayah READSI. Kegiatan berlangsung di Serpong selama tiga hari, 30 Agustus hingga 1 September 2022.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa Program READSI memberikan kesempatan kepada setiap petani, untuk terus maju dan berkembang dalam meningkatkan kesejahteraannya. 

“Kementan terus berupaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM pertanian melalui pelatihan terstruktur, sistematis dan masif, karena perkembangan pertanian sangat dinamis," katanya.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa literasi keuangan penting untuk diketahui petani. 

"Petani harus bisa mengelola keuangan. Bagaimana caranya ada bankable, sehingga bisa mendapatkan pinjaman seperti KUR. Kalau petani menguasai ini, kita yakin petani Indonesia akan mandiri," katanya.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian [Puslatan] Leli Nuryati mengatakan bahwa tujuan kegiatan evaluasi READSI untuk membahas rencana kerja dan anggaran program READSI 2023 dan evaluasi pelatihan. 

"Pelatihan literasi keuangan bagi perwakilan rumah tangga petani digelar pada 342 desa, 18 kabupaten dari enam provinsi," katanya.

Leli Nuryati mengatakan Tim NPMO membuat cek list kelengkapan administrasi sehingga hal ini menjadi acuan dan dasar pengukuran Kementan dalam mengevaluasi Pelatihan READSI tersebut. 

Sesuai dengan Surat dari DJPPR pada 28 Agustus 2022 dan surat IFAD pada 25 Agustus 2022, Program READSI resmi diperpanjang sampai 2025, karena itu perlu melakukan perencanaan program  READSI 2023 dan terus disempurnakan dari waktu ke waktu melalui mid term review [MTR]. 

"Adapun hasil evaluasi MTR adalah manajemen dan pengelolaan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi perlu terus ditingkatkan," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Leli Nuryati mengatakan pada September 2022, Kementan berencana mengundang 10 petani dari kabupaten lokasi kerja READSI untuk magang selama dua minggu di P4S Bali, sehingga akan hadir sekitar 180 orang alumni magang. 

"Pihak DPMO harus mengidentifikasi cocoa doctor di kabupaten dan siapa yang layak dimagangkan. Tidak hanya coco doctor, bisa pula dikirim petani milenial yang potensial dan visioner," katanya. [Mia]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup