22 Juni 2026
pertanian

Kementan Apresiasi BBPP Binuang Dukung Kalsel Tangkal & Cegah PMK

post-img
BBPP BINUANG: Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati [kiri] mengawal dan mendampingi jajarannya dalam mencegah dan menangkal penyebaran PMK di lingkungan BBPP sebagai komitmen mendukung Pemprov Kalsel mengatasi wabah PMK.

TAPIN - Sekitar 43 ribu dosis vaksin diterima Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku [PMK] Provinsi Kalimantan Selatan [Kalsel] guna vaksinasi ulang [tahap II] sebanyak 3.267 dosis, dan 39.633 dosis untuk target vaksinasi baru. Upaya tersebut implementasi dari instruksi Gubernur Sahbirin menargetkan ´Kalsel menuju Zona Hijau Kasus PMK´.

Guna mendukung upaya Satgas PMK Kalsel, Kementerian Pertanian RI khususnya BBPP Binuang telah memvaksin delapan ekor sapi milik Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] di Kabupaten Tapin pada Sabtu [6/7] disaksikan Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati. 

Langkah Pemprov Kalsel maupun BBPP Binuang sejalan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pada seluruh jajarannya turut andil dalam penanggulangan wabah PMK di seluruh Indonesia.

"Bentuk penanggulangan PMK melalui obat dan vitamin pada ternak yang terpapar PMK. Sementara vaksin untuk mencegah ternak dari serangan virus PMK pada sapi sehat atau belum terpapar virus PMK," kata Mentan.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan, dalam penanganan PMK perlu juga dilakukan sosialisasi dan advokasi kepada masyarakat agar tidak panik dengan informasi yang simpang siur.

“Kewaspadaan dan disiplin kita semua memegang peranan penting dalam pencegahan penularan PMK ke tempat yang masih sehat. BPPSDMP akan memanfaatkan berbagai kegiatan transfer of knowledge dalam upaya penanggulangan PMK. Hal tersebut guna meningkatkan kompetensi pengendalian dan pemberantasan PMK sekaligus mengurangi penyebaran," katanya.

Dedi Nursyamsi mengingatkan seluruh komponen pada  BPPSDMP wajib turun, terutama tenaga medik dan paramedik dalam menanggulangi wabah PMK. 

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati mengatakan komitmen pihaknya mendukung upaya penanganan wabah PMK melalui kegiatan sosialisasi, komunikasi, informasi dan edukasi, bimbingan teknis [Bimtek] maupun pelatihan bagi penanganan PMK.

Menurutnya, Satgas PMK Kalsel juga sudah menetapkan peta dimana sebaran PMK di dan sudah dipetakan sampai level kecamatan dan desa. Sudah ada SOP-nya di Permentan yang baru bahwa hewan ternak yang berasal dari zona merah tidak boleh bergerak alias stay at home.

"Vaksinasi adalah langkah terakhir yang harus kita lakukan agar hewan ternak terbebas dari PMK. Sebanyak 43 ribu dosis vaksin sudah diterima Satgas PMK Kalsel untuk segera didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota," kata Yulia AK.

Sebagaimana diketahui, vaksin PMK sebanyak 43 ribu dosis akan didistribusikan ke Kabupaten Tanah Laut 12.533 dosis, Tanah Bumbu 5.900 dosis, Banjar 5.800 dosis, Kabupaten Tapin 3.800 dosis, Hulu Sungai Tengah 2.800 dosis, Kotabaru 2.400 dosis, Hulu Sungai Selatan 1.700 dosis, Tabalong 1.200 dosis, Barito Kuala 1.100 dosis, Balangan 900 dosis, Hulu Sungai Utara 800 dosis, Banjarbaru 700 dosis dan Banjarmasin 100 dosis.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin, Wagimin memastikan daerahnya tidak ada sapi yang terkena penyakit mulut dan kuku setelah dilakukan pengecekan secara teliti dan seksama. [Agus]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup