22 Juni 2026
pertanian

BBPP Binuang Dampingi Penyuluh Kalimantan & Jatim Praktik Lapang di Tabalong

post-img
BBPP BINUANG: Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati mengharapkan kegiatan praktik lapang membuat penyuluh mampu mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman selama pelatihan untuk diterapkan di tempat tugas masing-masing.

TABALONG - Sekitar 28 penyuluh pertanian dari Kalimantan dan Provinsi Jawa Timur ikuti Praktik Lapang di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan [Kalsel] pada BPP Kembang Kuning dan BPP Bintang Ara selama lima hari, 1 - 5 Agustus 2022. Guna mengasah kemampuan penyuluh menyusun Programa Penyuluhan Kabupaten bagi tingkat ahli dan Programa Penyuluhan Kecamatan [terampil].

Praktik lapang tersebut merupakan rangkaian Pelatihan Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian tingkat Ahli dan Terampil, digelar Kementerian Pertanian RI selama 21 hari, 20 Juli hingga 9 Agustus 2022 di BBPP Binuang, Kabupaten Tapin, Kalsel.

Sebelumnya diberitakan, pelatihan 21 hari di BBPP Binuang diikuti 28 penyuluh. Mereka berasal dari Kota Probolinggo [Jatim], Kabupaten Kutai Timur [Kaltim], Murung Raya dan Kotawaringin Barat [Kalteng] dan Tana Tidung (Kaltara].

Antusiasme pemerintah daerah mendukung peningkatan kompetensi dan kapasitas penyuluh mengikuti pelatihan di Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] sejalan harapan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pada pemerintah kabupaten/kota hingga provinsi mendukung pembangunan pertanian.

"Saya mengajak para bupati, walikota hingga gubernur dan semua elemen pemerintah daerah untuk terus mengawal dan mendukung program pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan kegiatan PKL mendukung proses pembelajaran bagi mahasiswa Polbangtan mengenal situasi lapangan dan memahami bagaimana memajukan sektor utama penopang perekonomian nasional.

“Tujuannya agar mereka mau dan mampu menolong serta mengorganisasikan petani dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraan petani," kata Dedi Nursyamsi.

Menurut Kabadan, melalui kegiatan pelatihan, diharapkan penyuluh mampu menjadi penyuluh profesional, mandiri, dan berdaya saing serta responsif dalam tugasnya agar mampu memecahkan permasalahan petani di lapangan sesuai disiplin ilmu pengetahuan yang dimiliki, metodologi dan teknis analisis yang tepat sesuai potensi wilayah masing-masing.

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati turut mendampingi ke-28 penyuluh tersebut untuk praktik lapang di Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] yang ditunjuk yakni BPP Kembang Kuning di Kecamatan Upau dan BPP Bintang Ara di Kabupaten Tabalong, Kalsel.

"Tujuan Praktik Lapang dari Pelatihan Dasar Fungsional bagi Penyuluh Ahli agar mereka mampu menyusun Programa Kabupaten, sementara Penyuluh Terampil mampu menyusun Programa Kecamatan," kata Yulia AK.

Menurutnya, peseta pelatihan juga diminta mampu mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang didapat selama 21 hari pelatihan secara hibrid, untuk diterapkan di wilayah tugas masing-masing penyuluh.

Kegiatan Praktik Lapang meliputi praktik penggalian data identifikasi potensi wilayah, praktik penyuluhan, penyusunan programa dan penyusunan laporan kegiatan 

"Kementan harapkan nantinya, selain menghasilkan output programa kabupaten dan kecamatan, kita bisa saksikan sekarang mereka sedang praktik bagaimana melakukan webinar penyuluhan secara daring dan penyuluhan offline kepada petani, Poktan dan Gapoktan," kata Yulia AK. [Agus]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup