22 Juni 2026
pertanian

Kementan gelar Magang Kultur Jaringan, Cetak Pengusaha Tanaman Hias Profesional

post-img
PROGRAM YESS: Kementan bersama Program YESS menggelar kegiatan pemagangan di Balai Penelitian Tanaman Hias pada 3 - 27 Juli 2022 untuk mencetak petani milenial di wilayah pedesaan memahami kultur jaringan dan aklimitasi komoditas anggrek.

CIANJUR - Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara modern. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. 

Sebagai salah satu inovasi, bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan seperti memiliki sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. 

Adanya anggapan bahwa kultur jaringan yang membutuhkan investasi sangat mahal untuk membangun laboratorium serta membeli peralatan dan bahan yang diperlukan, mengakibatkan perkembangan kultur jaringan berjalan lambat di Indonesia.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan  sektor pertanian akan semakin kuat jika didukung oleh riset dan inovasi yang berkelanjutan.

"Pesan Presiden Joko Widodo jelas, pembangunan pertanian ke depan harus berbasis riset dan teknologi. Hari ini saya apresiasi kerja-kerja para peneliti kita yang sudah menemukan, menciptakan varietas-varietas unggul," katanya.

Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan keterampilan calon penerima manfaat program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Programme [YESS] melakukan kegiatan pemagangan yang diselenggarakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] di Balai Penelitian Tanaman Hias mulai 3 Juli hingga 27 Juli 2022. 

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa Kementan terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan SDM pertanian agar berkualitas dan ini termasuk prioritas Kementan.

"Implementasi smart farming dan digitalisasi pertanian menggunakan Internet of Things [IoT] harus segera dilaksanakan guna meningkatkan agenda intelektual, khususnya penyuluh dan petani," paparnya. 

Project Manager Program YESS, Inneke Kusumawati menjelaskan kegiatan yang diselenggarakan hampir satu bulan tersebut bertujuan menghasilkan generasi muda pertanian/petani millenial khususnya bagi para pemuda dengan rentang usia 17-39 tahun di wilayah pedesaan kultur jaringan dan aklimatisasi komoditas Anggrek.

“Kegiatan yang diikuti oleh sembilan peserta tersebut, terdiri atas praktik perbenihan anggrek melalui teknik kultur jaringan hingga proses aklimatisasi agar benih anggrek siap dibudidayakan," kata Inneke.  

Sebelum mengakhiri kegiatan pemagangan, peserta mengikuti uji kompetensi yang terdiri dari tes tertulis dan praktik oleh tim assesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian Nasional. 

"Tujuannya agar kita dapat memastikan seluruh peserta menguasai materi yang diberikan selama mengikuti pemagangan kultur jaringan dan aklimatisasi anggrek di Balithi”, papar Inneke.

Seperti diketahui bersama, sertifikasi kompetensi kerja merupakan bentuk pengakuan secara formal terhadap kompetensi kerja yang dikuasai oleh lulusan pelatihan kerja atau tenaga kerja yang berpengalaman. [Yess]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup