23 Juni 2026
pertanian

Wirausahawan Andal, Kementan Siapkan Solusi Akses Permodalan Petani Milenial

post-img
PROGRAM YESS: Pada pertemuan Koordinasi Financial Advisor dan Sosialisasi Hibah Kompetitif di Bogor, Jabar pada 27 - 29 Juni 2022, Project Manager Program YESS Inneke Kusumawati [kiri] mengatakan tujuan Hibah Kompetitif adalah untuk menumbuhkan wirausahawan muda pertanian.

BOGOR - Sektor pertanian di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif di tengah pandemi Covid-19. Jika dilihat dari struktur lapangan kerja tergambar sebanyak 29,76% pekerja bekerja di sektor pertanian. Kendati begitu, hanya sekitar 8% yang merupakan petani muda dari generasi milenial, padahal dari struktur usia populasi, penduduk Indonesia didominasi oleh generasi milenial sekitar 25,87% dan generasi Z di kisaran 27,94%.

Guna mengatasi kondisi tersebut, Kementerian Pertanian RI melalui Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Programme [YESS] maka Kementan didukung International Fund for Agricultural Development [IFAD] berupaya menciptakan kesempatan bagi pemuda-pemudi di wilayah pedesaan untuk mengembangkan ekonomi melalui kewirausahaan pengembangan usaha.

Bukan tanpa alasan hal itu dilakukan. Pasalnya, sektor pertanian memiliki hubungan yang erat dengan daerah pedesaan. Banyaknya lahan yang tersedia menjadi modal utama untuk memajukan sektor pertanian. Tak hanya keberadaan lahan, sumberdaya manusia terutama pemuda-pemudi di pedesaan pun tak pelak menjadi modal utama pembangunan sektor pertanian.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menyadari betul peran generasi muda dalam pembangunan pertanian sangatlah penting, untuk meningkatkan pertanian di Indonesia maka Kementan terus mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. 

“Pemuda sebagai generasi milenial harus memiliki motivasi dalam bidang pertanian untuk menggerakkan pertanian di Indonesia. Hadirnya petani serta wirausawan pertanian milenial berperan penting mendorong pengembangan jejaring usaha di wilayahnya," katanya.

Menurut Mentan, saat ini telah terdata lebih dari 2.000 petani milenial potensial yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, namun, pemerintah tidak berhenti di sini, peningkatan terus dilakukan.

Mentan menambahkan, transformasi mau tidak mau akan mengubah cara kita menjalani manajemen usaha pertanian, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. "Saya yakin di tangan generasi milenial pembangunan pertanian akan lebih mudah dicapai.”

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi berharap melalui Program YESS akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi SDM pertanian dari pedesaan serta meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.

"Sektor pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi,” ungkap Dedi.

Namun demikian, petani serta wirausaha milenial ini juga dihadapkan pada berbagai tantangan untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka, salah satunya adalah kurangnya akses terhadap fasilitas keuangan. Maka, program YESS berupaya untuk membuka akses pembiayaan untuk pemuda  pertanian, wirausahawan bidang pertanian, salah satunya melalui Hibah Kompetitif.

Pada pertemuan Koordinasi Financial Advisor dan Sosialisasi Hibah Kompetitif di Bogor, Jabar pada 27 - 29 Juni 2022, Project Manager Program YESS Inneke Kusumawati mengatakan tujuan Hibah Kompetitif adalah untuk menumbuhkan wirausahawan muda pertanian yang mampu membangun perekonomian pedesaan dan scaling-up usaha dengan mengakses Kredit Usaha Rakyat [KUR].

Terdapat 5 kategori yaitu peserta umum yang baru memulai usaha, berkembang, maju. Kategori selanjutnya adalah peserta khusus [suku adat, disabilitas dan pengembangan potensi lokal pemula] serta cluster komoditas,” katanya.

Inneke menambahkan dalam salah satu tujuan dari Program YESS yakni membantu akses keuangan bagi Calon Penerima Manfaat [CPM] maupun Penerima Manfaat [PM] Program YESS diperlukan adanya koordinasi yang intens dengan PPIU dan Financial Advisor di masing-masing kabupaten lokasi Program YESS untuk memastikan CPM maupun PM Program YESS dapat memperoleh akses keuangan atau permodalan.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh  penanggung jawab NPMU, perwakilan dari PPIU [Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan] serta financial advisor [FA] dari 15 kabupaten lokasi Program YESS dibahas pula terkait kinerja FA, pelaksanaan HK di wilayahnya masing-masing serta strategi dalam pelaksanaan HK. 

“Diharapkan adanya pemberian HK dan akses permodalan dapat menjadi stimulan dalam pengembangan usaha petani serta wirausaha pertanian milenial hingga pada akhirnya dapat menjalankan usaha secara mandiri”, tutup Inneke. [Yess]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup