23 Juni 2026
pertanian

DPM Kementan asal Tapin Kalsel Dipercaya Dampingi Eks WB Narkoba

post-img
BBPP BINUANG: Maulana Akbar DPM Kementan dan Nominee Young Ambassador 2022 [berdiri, ke-4 kiri] bersama Kepala Bapas Amuntai, Soewarso [berdiri, ke-4 kanan] bersama jajaran dan eks WB Bapas Amuntai

TAPIN - Pertanian merupakan 'jembatan kehidupan' untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus sumber nafkah. Keyakinan itu pula yang mendasari Balai Pemasyarakatan [Bapas] Amuntai menggandeng Maulana Akbar, Nominator Young Ambassador 2022 didampingi BBPP Binuang untuk membina eks warga binaan [WB] kasus narkoba mengembangkan potensi pertanian di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan [Kalsel].

Komitmen tersebut termaktub pada Nota Kesepahaman [MoU] Pembinaan Kemandirian Pertanian bidang Peternakan bagi generasi milenial eks WB dari Bapas Amuntai. MoU diteken oleh Kepala Bapas Amuntai, Soewarso dan Maulana Akbar, Duta Petani Milenial [DPM] Kementerian Pertanian RI disaksikan Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati di Amuntai, Rabu [8/6]. Disaksikan Camat Binuang Eko Haryono dan Kabid Peternakan Hewan Dinas Pertanian Tapin, Tri Asmoro.

Kepala Bapas Amuntai, Soewarso mengatakan dalam upaya memberikan peluang kehidupan yang lebih baik, Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM [Kemenkumham] memanfaatkan terbentuknya Kelompok Masyarakat Peduli Lembaga Pemasyarakatan [Pokmas Lapas] khususnya kemandirian peternakan, guna menyalurkan minat dan bakat eks WB yang merupakan generasi milenial di Kabupaten Tapin.

"Warga binaan sebagai subjek sekaligus objek yang menjadi sasaran pembinaan, petugas sebagai pelaksana dan masyarakat sebagai unsur pendukung. Ketiga unsur tersebut harus bisa sinergi demi suksesnya kegiatan pemasyarakatan, sehingga terjadi sinergi masyarakat dan pemerintah," kata Soewarso.

Langkah Kemenkumham sejalan harapan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo meyakini kaum milenial  inovatif dan memiliki gagasan kreatif yang mampu mengawal pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern.

"Agama jangan dilupakan. Tujuannya membuat kehidupan manusia ke arah lebih baik. Agama menjadi petunjuk bagi manusia agar menciptakan kedamaian dan ketentraman," katanya.

Orientasi menghadirkan agama untuk way of life, kata Mentan, dari pandangan hidup dan gerak berpikir manusia menuju hadirnya kehidupan semakin damai dan tentram. "Itu tujuan beragama." 

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa untuk mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, perlu penyiapan pencetakan SDM pertanian unggulan.

“Kita fasilitasi generasi milenial. Kita latih mereka agar mengembangkan potensi pertanian dan peternakan di daerah masing-masing, supaya dapat menghasilkan pangan pokok bagi kebutuhan sendiri maupun daerah dan tujuan ekspor," kata Dedi Nursyamsi.

Komitmen BBPP Binuang
Dipercaya membina generasi milenial eks WB penyalahgunaan narkoba, Kepala BBPP Binuang Yulia AK menyatakan apresiasi pada Kemenkumham melalui Bapas Amuntai, untuk membina mereka di subsektor peternakan melalui kegiatan magang beternak di BBPP Binuang didampingi DPM Maulana Akbar.

"BBPP Binuang berkomitmen mendampingi dan mengawal eks WB narkoba untuk meraih masa depan melalui pertanian. Masa depan kalian masih panjang. Kalian memiliki masa depan yang cerah untuk menjadi petani milenial maupun wirausahawan pertanian," kata Yulia.

Menurutnya, berwirausaha di sektor pertanian tidak memerlukan modal besar, yang utama adalah tekad dan semangat untuk maju untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

"Semua orang memiliki hak untuk maju dan menjadi lebih baik, tak terkecuali eks WB. Modal nol untung berlipat ganda dari pertanian dan peternakan. Sampai akhir hayat jadi sumber penghidupan. Tidak ada masa pensiun selama kita kuat. Fokus belajar dan disiplin selama menjalani magang di BBPP Binuang," kata Yulia.

Harapan serupa dikemukakan Maulana Akbar. DPM Kementan sekaligus Nominee Young Ambassador 2022 yang akan bersaing dengan 26 nominator di Bogor, Jumat [10/6] dapat membimbing dan membina eks WB yang 'pernah salah' dalam pergaulan dapat menjadi orang yang lebih baik lagi.

"Secara jahiriah, kita semua terlahir dalam keadaan suci dan baik, akan tetapi lingkunganlah yang membuat kita bisa salah langkah. Kita mencoba berinovasi untuk membina mereka, akan kita buktikan pada masyarakat luas bahwa mereka juga punya kesempatan untuk hidup lebih baik dari sektor pertanian," kata Maulana. [Agus]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup