23 Juni 2026
pertanian

Kementan Komitmen Tingkatkan Kualitas Young Ambassador bagi Regenerasi Petani

post-img
PROGRAM YESS: Diawali kegiatan bootcamp bagi 50 kandidat Young Ambassador YA pada 24 - 29 Maret lalu di Tangerang, Banten. Terpilih 27 Nominee YA, yang berhak tahapan penjurian pada grand final di Bogor, Sabtu[10/6] untuk memilih Big 15.

JAKARTA - Generasi milenial yang sukses di sektor pertanian dipromosikan oleh Kementerian Pertanian RI, melalui ajang Young Ambassador. Ke depan, Kementan komitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan demi menarik lebih banyak peserta, diawali tagline menjadi Indonesian Agriculture Young Ambassador, agar lebih komunikatif dan aspiratif menarik kaum muda back to agriculture.

Kementan didukung Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services [YESS] yang didanai International Fund for Agricultural Development [IFAD] melakukan pendekatan yang disukai generasi milenial tanpa abai pada tujuan mempercepat regenerasi petani. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan kegiatan oung Ambassador merupakan terobosan penting Kementan bersama YESS untuk 'mengubah narasi pertanian dalam persepsi kaum muda' bahwa menjadi petani itu keren dan tajir.

"Pertanian jangan lagi dianggap sebagai pekerjaan sampingan. Tanpa masa depan. Tanpa inovasi teknologi. Pendapatannya rendah. Pertanian saat ini dan ke depan lebih menjanjikan sebagai sumber penghidupan. Petani itu keren," kata Dedi Nursyamsi didampingi Direktur Program YESS, Idha Widi Arsanti di Jakarta, Senin.

Upaya tersebut sejalan dengan strategi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa Kementan terus memfasilitasi generasi milenial agar terjun menjadi petani sekaligus wirausahawan pertanian. Pertanian memang menjanjikan sebagai sumber penghidupan dan bisnis yang menguntungkan sebagai penyedia pangan.

"Kementan berupaya mengubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan, terlebih di tengah pandemi saat ini," katanya.

Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa Kementan bersama YESS berupaya membuat aneka terobosan bagi regenerasi petani, salah satunya mengadopsi kontes pencarian bakat, kemudian dimodifikasi melalui fakta kehidupan peserta Young Ambassador.

"Kementan akan buktikan bahwa petani milenial dapat hidup mandiri berkecukupan dari bertani atau wirausaha agribisnis, sekaligus mengekspresikan kecintaan generasi milenial pada pertanian," kata Idha WA, pejabat eselon dua Kementan pada posisi Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan [Pusdiktan].

Menurutnya, Young Ambassador juga bertujuan menampilkan peluang di bidang pertanian yang tidak hanya terkait budidaya [on-farm] namun juga kegiatan pengolahan, pengemasan hingga pemasaran [off-farm] yang dapat menambah nilai pada rantai nilai produk pertanian.

Kapusdik Idha WA menambahkan bahwa pihaknya ke depan akan menggelar kampanye dan propaganda terstruktur sistematis dan masif [TSM] Indonesian Agriculture Young Ambassador meliputi pre mencakup kegiatan seleksi maupun rekrutmen dan post [pasca kegiatan] melalui siaran televisi milik pemerintah [TVRI].

"Inshaa Allah ke depan akan dilakukan TSM atau terstruktur, sistematis dan masif," katanya.

Sementara Project Manager YESS. Inneke Kusumawaty mengurai flashback kegiatan besutan perdana Kementan dan YESS. Diawali kegiatan bootcamp bagi 50 calon YA pada 24 - 29 Maret lalu di Tangerang, Banten. 

"Terpilih 27 Nominee YA, yang akan mengikuti tahapan selanjutnya, penjurian pada grand final di Bogor, Sabtu[10/6] untuk memilih 15 peserta terbaik yang dinilai layak dikukuhkan sebagai Petani Milenial dan Wirausahawan Pertanian 2022," katanya.

Inneke menambahkan, selain regenerasi petani maka peserta Young Ambassador yang lolos ke Big 15 maupun yang tersisih diharapkan tetap istiqomah berkecimpung di sektor pertanian.

27 Nominator
Ini daftar 27 nominator Young Ambassador yang akan dikukuhkan menjadi Big 15 dari Sabang - Merauke yakni: Elradhie Nour Ambiya dari Aceh Besar, Aceh; Hariyanda Ade Sagita [Solok, Sumbar]; Hadi Irpandi [Pasaman, Sumbar]; Ade Putra Daulay [Pekanbaru, Riau]; Hani Trisna dan Iip Irpan [Tasikmalaya, Jabar]; Nurul Ihsani [Cianjur, Jabar]; Iqbal Habibi [Sukabumi, Jabar]; Nur Adilatus Shidqiyah [Batang, Jateng]; Rayndra Syahdan Mahmudin [Magelang, Jateng]; Perri Setiawan [Sragen, Jateng]; Taufik Mawaddani [Sleman, DI Yogyakarta]; Muhammad Tafidzul Khoiri [Madiun, Jatim]; Gusti Ayu Ngurah Megawati [Pacitan, Jatim]; Wahyu Candra Nugroho [Tulungagung, Jatim]; Hairul Efendi [Tanah Laut, Kalsel]; Maulana Akbar [Tapin, Kalsel]; Maryoto [Pulang Pisau, Kalteng]; Nyke Pebri Dwi Lestari Suyanto [Banjarbaru, Kalsel]; Zulfikri dan Akmal Kamarudin [Bone, Sulsel]; Ade Purnawirawan [Bima, NTB]; Mardianus Epafroditus Ili [Kupang, NTT]; Yoseph Ronaldi [Manggarai, NTT]; Maikel Saiba [Pegunungan Arfak, Papua]; Josephine Iriani [Merauke, Papua] dan Malahayati [Manokwari, Papua Barat]. [YESS]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup