23 Juni 2026
pertanian

`Open Grazing`, Kementan Dukung P4S Ushuludin Bangun Penggembalaan Terbuka

post-img
BBPP BINUANG: Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menuliskan pesan bagi petani milenial tentang Cinta Pertanian pada kunjungan kerja di P4S Ushuludin di Tanah Laut, Kalsel didampingi Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati [inset]

TANAH LAUT - Langkah P4S Ushuludin selaku Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya [P4S] di Kalimantan Selatan [Kalsel] mengembangkan open grazing [penggembalaan terbuka] didukung oleh Kementerian Pertanian RI. P4S Ushuludin berupaya mengembangkan pembiakan sapi potong modern seperti diterapkan di Amerika, Australia dan Selandia Baru.

Dukungan tersebut dikemukakan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi pada Ketua P4S Ushuludin, Muhammad Husni Thamrin di Desa Sungai Jelai Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel pada Rabu [1/6].

"Kementan mendukung penuh upaya P4S Ushuludin mengembangkan peternakan modern yang memenuhi standar internasional," katanya didampingi Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati dan jajarannya menyertai kunjungan kerja Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP].

Pengembangbiakan ternak sapi P4S Ushuludin menerapkan sistem semi intensif, pada pagi hari sapi dilepas merumput di padang penggembalaan dan sore hari dimasukkan ke dalam kandang dengan kawin alam. Perbandingan jantan dan betina adalah 1:20 diharapkan menghasilkan satu induk, satu tahun dan satu pedet.

Menurut Dedi, langkah dan upaya P4S Ushuludin sejalan harapan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengajak dan mendorong semua pihak fokus dan serius dalam melanjutkan program bidang peternakan.

Guna mengatasi impor daging nasional, Mentan mengajak petani dan peternak didukung pemerintah daerah membangun hulu dan hilir peternakan. 

"Akselerasi bibit unggul dan berkualitas merupakan perintah Presiden RI Joko Widodo dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi hewani masyarakat Indonesia," kata Mentan Syahrul.

Dedi Nursyamsi mengingatkan potensi pertanian Kalsel tak perlu diragukan, selain subsektor perkebunan, juga potensi tanaman pangan, hortikultura serta peternakan apabila diolah dengan baik.

“Saya senang melihat perkembangan regenerasi petani di Tanah Laut. Kementan akan terus memfasilitasi, meningkatkan pengetahuan dan kemampuan SDM pertanian, khususnya petani milenial melalui pelatihan," katanya.

Tingginya potensi sumber daya alam [SDA] didukung banyaknya generasi milenial, katanya, utamanya P4S  Ushuludin yang dipimpin Husni Thamrin mengembangkan Korporasi Petani melalui Badan Usaha Milik Petani [BUMP] di bawah bendera PT Cahaya Abadi Petani.

"Kementan berharap BBPP Binuang selaku UPT Pelatihan di Kalimantan melahirkan lebih banyak P4S setingkat P4S Ushuludin sehingga Kalimantan dapat menjadi sentra produksi pertanian, sehingga mampu swasembada, tidak lagi tergantung pada produk dari luar Kalimantan," kata Dedi Nursyamsi pada Kabalai Binuang, Yulia AK.

Harapan tersebut diamini oleh Yulia AK selaku Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] Binuang yang berkomitmen meningkatkan kemampuan dan kinerja P4S di seluruh Kalimantan.

P4S Ushuludin
P4S Ushuludin mengembangkan BUMP PT Cahaya Abadi Petani [CAP] mengoperasikan usaha pembiakan sapi potong dengan sistem open grazing [penggembalaan terbuka] yang mengawali kiprahnya melalui kerjasama dan pendampingan dari Indonesia-Australia Commercial Cattle Breeding Program [IACCBP] selama tiga tahun, 207 - 2020.

Direktur BUMP PT CAP, Muhammad Husni Tamrin mengatakan pembentukan BUMP adalah implementasi UU Nomor 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Pasal 69 Ayat 1 bahwa "kelembagaan ekonomi petani berupa badan usaha milik petani."

"Melalui P4S Ushuludin, BUMP menyediakan tempat sebagai pelatihan untuk pemuda milenial, khususnya di Kalsel, supaya kita dapat bersama-sama belajar mengisi peluang bisnis yang bisa dikembangkan di Kalsel,” katanya.

Dedi Nursyamsi mengharapkan Husni Thamrin selaku DPM Kementan melakukan resonansi atas suksesnya mengembangkan usaha tanaman pangan berupa padi sawah seluas 20 hektar, perkebunan karet 80 hektar, kelapa sawit 30 hektar. [Agus]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup