23 Juni 2026
pertanian

Polbangtan Kementan Disinfektan Kandang Ternak TeFa Bogor, Tangkal PMK

post-img
POLBANGTAN BOGOR: Instruksi Mentan Syahrul Yasin Limpo dan arahan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi direspons cepat Direktur Polbangtan Bogor, Deti Tri Yunandar [inset bawah] dengan melakukan penyemprotan disinfektan kandang ternak TeFa di Bogor

BOGOR - Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] khususnya Polbangtan Bogor berupaya menangkal wabah Penyakit Mulut dan Kuku [PMK] dengan penyemprotan cairan pembunuh virus [disinfektan]. 

Petugas kesehatan ternak Teaching Farm [TeFa] dilibatkan sekaligus memberikan edukasi tentang teknik penyemprotan di kandang ternak sapi, kambing dan domba milik maupun sekitar kampus.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menegaskan perlunya langkah cepat dan sinergi pemerintah pusat dan daerah serta stakeholders, dengan meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat pemulihan ternak yang teridentifikasi positif PMK. 

"Wabah PMK itu ada. Kita lihat tren penyembuhan yang sangat positif. Hari ini semua mengatakan seperti itu. Kecepatan kita bereaksi mengambil tindakan, itu yang menentukan hasil," kata Mentan Syahrul.

Kunci utama percepatan penanganan PMK, katanya, semua pihak bersikap tenang, karena pemerintah sudah terjun ke lapangan untuk bekerja optimal dan hasil penanganan PMK yang semakin baik. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan pihaknya akan memanfaatkan berbagai kegiatan transfer of knowledge untuk mendukung penanggulangan PMK.

"Diharapkan dapat meningkatkan kompetensi peserta dalam pengendalian dan pemberantasan PMK sekaligus mengurangi penyebaran. Ada berbagai cara, teknik dan pendekatan, jadi pelatihan sangat penting dan urgent," katanya.

Menurutnya, tata cara dan tahapan penanggulangan PMK perlu diketahui, dengan pertimbangan tersebut maka Kementan melaksanakan pelatihan pengendalian PMK. Saat kita harus bahu membahu bersinergi secara terukur dan sistematis harmonis menanggulangi PMK.

Selain penyemprotan disinfektan, kata Dedi Nursyamsi, pemberian vitamin pada ternak lebih intensif, didukung pengawasan lalu-lintas keluar masuk kendaraan maupun orang ke sekitaran area kandang dengan bio security yang ketat.

“Kami juga intruksikan petugas keamanan agar menutup sementara akses masuk ke area kandang bagi orang-orang yang tidak berkepentingan, karena dikhawatirkan membawa bibit penyakit, khususnya PMK,” kata Ketua Jurusan Peternakan, Arif Nindyo.

Dia menegaskan bahwa kesehatan ternak di Jurusan Peternakan Kampus Cinagara 100% sehat dan tidak terpapar PMK. 

“Saat ini, Alhamdulillah ternak di kandang kampus tidak ada yang terpapar PMK, namun harus tetap waspada, karena akan menghadapi Lebaran Idul Adha maka lalulintas ternak akan semakin luas,” kata Arif. [timhumaspolbangtanbogor]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup