23 Juni 2026
pertanian

Kementan Berupaya Bentuk Wirausaha Profesional dan Berdaya Saing

post-img
POLBANGTAN BOGOR: Kegiatan talkshow secara hibrid berlangsung di kampus di Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] Bogor. Ribuan peserta hadir secara online melalui media zoom meeting dan Live Streaming on YouTube.

BOGOR - Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menegaskan Kementerian Pertanian RI terus berupaya mengubah wajah sektor pertanian dengan mengandalkan para petani muda sebagai bonus demografi. Memiliki ciri inovatif dan adaptif terhadap pemanfaatan teknologi digital, generasi milenial menjadi modal utama dalam pembangunan pertanian.

"Pembangunan pertanian ke depan akan semakin mengandalkan para petani muda dengan teknologi digital, terutama sebagai strategi untuk memperkuat produksi dan distribusi. Agripreneur muda yang melek teknologi adalah potensi dan mitra strategis memecahkan kendala distribusi serta lemahnya akses pasar petani selama ini," kata Mentan Syahrul.

Sejalan arahan Mentan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] secara rutin menyelenggarakan Millennial Agriculture Forum (MAF) setiap pekan. Bertemakan 'Membangun Petani Pengusaha Profesional, Berdaya Saing, dan Berwirausaha' , MAF Vol 3 Edisi 18 [Spesial Bistan] digelar Sabtu [23/4].

Empat narasumber hadir yakni Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi; akademisi/praktisi Rachmat Pambudi; Ketua BPH DPM/DPA Sandi Octa Susila dan pengusaha puyuh Slamet Wuryadi yang juga DPA.

Kegiatan talkshow secara hibrid berlangsung di kampus di Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] Bogor. Ribuan peserta hadir secara online melalui media zoom meeting dan Live Streaming on YouTube. 

Dedi Nursyamsi menegaskan, salah satu target pembangunan pertanian adalah ekspor sehingga daya saing produk pertanian harus unggul. 

Menurutnya, Kementan memberikan perhatian luar biasa untuk membangun petani milenial melalui berbagai program, diantaranya yaitu pendidikan vokasi pertanian, pelatihan vokasi pertanian, Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), Program YESS (Youth Enterpreneurship And Employment Support Services), serta Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan", tegas Dedi 

Dari sisi akademisi, Rachmat Pambudi mengatakan,  semakin banyak mahasiswa yang ingin menjadi wirausaha, maka pendikan vokasi berupaya membekali mahasiswa dengan mata kuliah kewirausahaan dan praktik-praktik wirausaha sehingga mereka siap menjadi wirausaha.

Sebagai role model bagi generasi muda, Sandi Octa Susila telah mengelola sekitar 120 ha lahan pertanian dan berbagi strategi dalam menjalankan bisnisnya. "Kita bermimpi tahun 2045 menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia." 

Pengusaha puyuh beromzet miliaran pun, Slamet Wuryadi mengatakan kesempatan kita untuk membangun pertanian sangat terbuka dan dia bertekad menurunkan angka stunting melalui puyuh. [timhumaspolbangtanbogor]

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup