25 April 2026
ekonomi

Menkeu: Perang Menghambat Proses Pemulihan Ekonomi

post-img
PRESIDENSI G20: Menteri Keuangan Sri Mulyani saat melakukan konferensi pers usai pertemuan 2nd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG).

WASHINGTON -  Perang yang terjadi antara Rusia - Ukriana merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan, serta merupakan pelanggaran hukum international sehingga perang ini harus sesegera mungkin berakhir.

Hal ini disampaikan Menken Sri Mulyani dalam konferensi pers usai pertemuan 2nd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) di Washington D.C., Amerika Serikat.

"Perang Rusia melawan Ukraina berlanjut dan dampaknya dirasakan oleh negara-negara di luar Eropa. Para anggota menyatakan keprihatinan mendalam tentang krisis kemanusiaan, dampak ekonomi dan keuangan akibat perang, dan menyerukan diakhirinya perang sesegera mungkin,” jelas Menkeu.

Anggota memiliki pandangan yang sama bahwa perang dan tindakan terkait akan terus menghambat proses pemulihan ekonomi global yang menimbulkan kekhawatiran, khususnya pada ketahanan pangan dan harga energi.

Negara-negara berpenghasilan rendah dan rentan akan sangat terpengaruh karena mereka menghadapi tantangan seperti ruang fiskal yang terbatas dan kerentanan utang yang tinggi.

“Para anggota menggarisbawahi peran penting G20 sebagai forum utama kerja sama ekonomi internasional untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang beragam dan kompleks saat ini," ungkap Menkeu Sri Mulyani.  

Menurutnya, anggota juga mendukung adaptasi agenda yang ada untuk memungkinkan G20 mengatasi dampak ekonomi dari perang sambil juga mempertahankan komitmen untuk mengatasi tantangan global yang sudah ada sebelumnya dan memimpin dunia kembali pada pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, inklusif, serta seimbang.

Dalam pertemuan tersebut, para anggota berbagi pandangan bahwa perang telah membuat pertumbuhan global serta pemulihan jauh lebih kompleks dan melemahkan upaya global yang ada dalam menangani kesiapsiagaan dan respons terhadap pandemi dan kesehatan, utang yang tinggi di negara-negara yang rentan, dan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup